One Day Trip - Naik Trans Jatim PP Mojokerto - Surabaya

Naik Bus Trans Jatim Koridor II Mjk Sby
Akhir pekan kemarin menjadi hari tersibuknya Asiy. Dari pagi sekali Asiy bangun lebih awal dari biasanya, karena kami sudah punya agenda yang padat, duh duh sepadat apa seh. Yah memang tidak sepadat bapak pejabat, tapi kegiatan di hari Minggu ini cukup menguras tenaga dan waktu, terutama buat keluarga kami yang liburannya lebih sering milih di dalam rumah.

Mengantar Bapak ke Stasiun Mojokerto

Karena ada agenda pekerjaan ke luar kota (lagi), bapak harus segera kembali berangkat menuju kota Gudeg, Yogyakarta. Padahal bapak sampai rumah baru saja berapa hari yang lalu, habis selesai kerjaan dari Pulau Sulewesi sana. Eh baru berapa hari, udah harus berangkat lagi. Eits, yang namanya rejeki harus disyukuri dong, Alhamdulillah kan ya. Kalau gak keluar rumah kan bingung juga cari nafkahnya.

Lumayan ribet banget ya naik motor bertiga, dimana bapak harus bawa carrier sekitar 45L besarnya, full loaded, ditambah Asiy yang wajib banget ikut. Jadi formasinya begini, saya yang bawa motor, karena ibuk tak sanggup bawa carriernya bapak. Asiy di depan setengah duduk nempel di jok motor sambil pakai safety belt khusus naik motor dan depannya udah siap bantal kalau-kalau dia ngantuk di tengah jalan. Lalu bapak otomatis dibonceng ibuk sambil gendong carrier dan perintilan bekalnya.

Berasa banget keriweuhan siang itu, kami bertiga berangkat lebih awal dengan kecepatan standar, biar bisa santai sambil nunggu kereta datang. Sampai di stasiun, bapak langsung menuju loket untuk check-in sedangkan ibu dan Asiy menuju ke pintu keluar penumpang. Kenapa? Karena kami berniat mendekati gerai Roti'O, yaaah jelas beli rotinya juga dong, si roti kesukaan Asiy dan emang niat awal nganter bapak selain mau lihat kereta, ya karena mau beli Roti'O ini. Haha

Setelah check-in bapak langsung mendekati kami berdua. Asiy happy banget karena sambil menunggu kereta datang dia bisa melihat ikan di kolam dekat pintu keluar. Kolamnya pendek dan bersih, airnya bening sekali, nampak ikannya yang tidak terlalu banyak, ditambah air mancur kecil dari plat kotak yang dipasang di pinggir kolam, sederhana tapi cukup bikin Asiy senang dan sabar. Iya sabar banget, coba tanpa kolam ikan ini, mungkin Asiy dah tantrum minta pulang.

Kolam Ikan di Stasiun Mojokerto
Gak lama terdengar suara dari announcer stasiun yang mengabarkan kereta bapak sudah mendekati peron untuk berhenti. Bapak pun bersiap-siap dan berpamitan pada kami berdua. Terlihat Asiy berusaha tegar meskipun keliatan banget raut mukanya sedih ditinggal bapak kerja. Hihi

Kereta bapak mulai jalan pelan-pelan, ternyata bapak masih berdiri di pintu kereta untuk menyapa Asiy. Dia cuma diam sambil melambaikan tangan, dadah dadah. Kereta pun berjalan meninggalkan stasiun dan mulailah Asiy dengan ceriwisnya cerita tentang bapak yang berangkat kerja dan akan pulang lagi. Tersisa ibu yang berusaha kalem dan tenang bawa bocil pulang, motoran berdua menyusuri kota Mojokerto yang lumayan jauh dari rumah. Sepanjang jalan Asiy masih ngoceh tentang bapaknya lagi. Lucunya di tengah jalan pas kami berhenti di lampu merah, Asiy tiba-tiba nyeletuk "bapak mana Ibuk?", pengen ketawa tapi ibuk sudah pasti menanggapinya dengan tenang. Padahal sebelumnya Asiy sendiri yang cerita bapak kemana, naik apa dan mau ngapain. Seketika lupa.

Cobain Trans Jatim Mojokerto - Surabaya

Sesampainya di rumah, Asiy geger pengen naik kereta juga. Sebenernya udah dari awal berangkat dia bilang pengen naik kereta, di stasiun setelah kereta bapak pergi pun Asiy juga bingung sendiri minta naik kereta, tapi ibuk berhasil merayunya sampai kami kembali pulang ke rumah.

Eh di depan rumah, masih naik motor, dia inget lagi dan ngerengek pengen naik kereta. Karena tidak ada agenda apapun, dan kebetulan mama juga sudah dandan siap pergi, akhirnya kami pun mengide untuk naik bus Trans Jatim Mojokorto - Surabaya. Asiy pun mengiyakan dengan semangat 45, belum juga duduk dan masih dengan outfit yang sama saat kami ke stasiun tadi, kami bertiga langsung cus mau naik bus Trans Jatim.

Kami berangkat naik motor menuju ke jalan raya bypass Mojokerto, dan menitipkan motor kami di ujung jembatan, tak jauh dari situ ada Halte Bus Trans Jatim untuk naik menuju Surabaya. Asiy sudah tak sabaran naik bus, selang beberapa menit menunggu datanglah sebuah bus yang sudah penuh. Terpaksa kami naik dan tidak dapat tempat duduk, Asiy pun saya gendong sebentar. Karena ibu yang menggendong balita wajib mendapatkan kursi prioritas, gak lama saya ditawari untuk duduk menggantikan ibu-ibu di belakang sendiri.

👩 : "Ibu mau kemana tujuannya?"
🧕: "Gak mau kemana-mana ini mbak, cuma mau muter aja, cucu saya pengen naik bus"
👩: "Kalau gitu ikut saya muter saja bu, sampai Surabaya, nanti kembali ke Halte Singkalan lagi kan bu?"
🧕: "Bisa langsung balik ke Singkalan kan ya mbak?"
👩: "Bisa kok bu. Mending gitu aja, kasian bawa anak kecil hujan-hujan, kalau turun di tengah jalan nanti juga bakal penuh lagi pas naiknya bu"
🧕 : *setelah diskusi singkat dengan saya* "Oke deh mbak, kita ikut muter aja" 

Tujuan awal kami rencananya mau main ke Krian city, yah turun sebentar beli bakso atau es teh lalu pulang lagi. Namun rencana Allah memang yang paling indah, saat itu hujan deras dan pramugari busnya menawarkan kami untuk ikut muter bus sesuai rute, sampai kembali ke Halte saat kita naik tadi, Halte Singkalan. Karena hujan deras tak bisa diprediksi kapan redanya, wacana makan bakso juga tak lagi memungkinkan, akhirnya kami mengiyakan untuk ikut rute tersebut. Perjalanan antar kota yang tidak terencana tapi seru banget walaupun cuma duduk-duduk saja sambil mengamati hujan dan jalanan.

Dengan membayar tiket seharga Rp 5.000 per orang udah bisa menikmati jalan santai menuju Kota Surabaya melalui bypass Mojokerto dan Pasar Krian.

Ohiya sekedar informasi saja, karena kebetulan saat kami kembali dari Surabaya ke arah Mojokerto, ada seorang ibu-ibu yang naik dari Stasiun Medaeng dan mengeluhkan perubahan rute bus Trans Jatim yang terbaru.

👵: "Saya tadi nunggu di Terminal Bungurasih mbak, eh udah 1 jam kok gak dateng-dateng, ternyata gak berhenti di Bungur lagi ya mbak"

Betul sekali temans, pada awal operasional bus memang bisa turun dan naik dari Terminal Bungurasi Purabaya. Namun setelah beberapa minggu beroperasi ada perubahan rute pada Bus Koridor II Mojokerto - Surabaya. Dimana Bus Trans Jatim ini sudah tidak lagi menurunkan penumpang di Terminal Purabaya (atau juga dikenal sebagai Terminal Bungurasih). Tentunya keputusan ini agak merugikan masyarakat yang sudah merasakan kemudahan akses bus di area Bungurasih. Jika ada penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bungurasih harus mencari alternatif lain, bisa ojek online atau angkot di sekitar halte terdekat terminal.

Jadi kalau posisi kalian sama dengan kami, dari arah Mojokerto Bus Trans Jatim Koridor II trayek Mojokerto - Surabaya akan melewati rute sebagai berikut :

Rute Bus Trans Jatim Koridor II Mojokerto Surabaya
Sedangkan untuk rute kembali ke Halte Singkalan kami melewati beberapa Halte sesuai rute di bawah ini :
Rute Bus Trans Jatim Koridor II Surabaya Mojokerto
Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, bus ini tidak melewati Terminal Purabaya Bungurasih ya kawan-kawan. Jadi bagi yang ada kepentingan ke Terminal tersebut silahkan menentukan strategi perjalanan kalian supaya lancar dan tetap on budget yah.

Harga Tiket Bus Trans Jatim

Nah buat kalian yang ingin coba Bus Trans Jatim, berikut adalah beberapa pilihan tiket yang ditawarkannya :

  • Tiket Pelajar : Rp 2.500/tiket - harus menunjukkan kartu pelajar
  • Tiket Santri : Rp 2.500/tiket
  • Tiket Umum : Rp 5.000/tiket

Metode pembayarannya juga bermacam-macam, bisa dengan Cash, melalui kode QRIS atau pakai e-money juga bisa lho. 

Nah tips buat kalian yang dari arah Mojokerto ingin menuju Surabaya dengan menaiki bus Trans Jatim ini, kalian turun saja di Halte Dukuh Menanggal lalu bisa melanjutkan perjalan kemana saja dengan Surabaya Bus. Ambil contohnya ke Kebun Binatang Surabaya, turun di Halte Dukuh Menanggal dan lanjut naik Surabaya Bus rute SBT.Purabaya-Tugu Pahlawan dan turun lagi di Terminal Joyoboyo. Lanjutkan dengan berjalan kaki ke arah Utara sekitar 400 meter hingga sampai di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Seru juga ya ngebayangin jalan-jalan dengan menggunakan fasilitas umum di Jawa Timur ini, khususnya untuk Kota Mojokerto dan Surabaya. Dengan menggunakan kendaraan umum seperti itu, kita juga ikut bergerak melindungi bumi dari polusi lho, karena salah satu penyumbang terbesar polusi udara adalah dari asap kendaraan bermotor yang kita pakai sehari-hari. Bayangin aja, setiap orang mempunyai 1-2 kendaraan penghasil gas racun, dikalikan jutaan pengguna kendaraan pribadi. Dan bandingkan jika 1 kendaraan umum bisa mengangkut 20an orang sekaligus, polusi udara juga ikut berkurang bukan? 

Begitulah cerita akhir pekan bersama ciwi-ciwi 3 generasi (mama, ibuk dan Asiy) untuk menghabiskan waktu luang. Biarpun cuma duduk-duduk di dalam bis, tapi namanya jalan-jalan Asih mah tetep happy banget. Ibuk cuma berikhtiar dan yakin, semakin Asiy sering diajak bermain-main dan membangun memori inti, semakin pesat juga tumbuh kembangnya. Aamiin.

4 komentar

  1. Asiy lucu banget, gemesnya
    aku dari dulu pengen naik bis trans, belum kesampaian sampe sekarang
    kayaknya asik juga ya kalau naik bis mojokerto - surabaya PP gini, boleh juga kapan kapan dicoba
    tapi aku belum tau daerah Mojokerto sama sekali, aman kan ya kalau explore sana sendirian gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ibun, InsyaAllah Mojokerto kota yang aman kok, bisa dicoba nih explore Mojokerto apalagi yang bagian naik-naik ke daerah pegunungan gitu. Indah banget pemandangannya. Cukup perjalanan 1.5jam dari Kota Surabaya 😊

      Hapus
  2. Lucuuuu bgt anaknya mbaa 😍. Anak2 memang paling seneng yaa diajak naik kendaraan umum begini. Sama kayak anakku.

    Bus trans Jakarta tapi kalo di sini. Cuma sejak ada lrt dan mrt, anak2 lebih seneng naik itu, krn lbh sepi, lebih dingin 🤣. Ongkosnya aja lbh mahal hahahah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bun, anak-anak tuh paling suka kalau diajak transportasi umum gitu. Buat mereka itu pengalaman yang menyenangkan yaaah 😍

      Btw naik mrt enak juga tuuh, pokoknya harapannya maju terus buat transportasi umum Indonesia ya bun 😇 beneran sangat berkembang sejauh ini

      Hapus