Review Laikou Hand Serum Hyaluronic Acid - Bye Tangan Kering!

Seiring dengan bertambahnya usia, kulit akan kehilangan kadar kolagen yang berguna untuk mempertahankan elastisitas dan struktur kulit. Kadar kolagen dalam kulit kita memang bisa berkurang secara alami karena proses penuaan. Oleh karenanya kulit akan kehilangan elastisitasnya, sehingga kulit akan menjadi lebih kering dan tipis sampai muncul kerutan atau lipatan yang biasa kita sebut dengan keriput. Lalu sebenarnya apa saja ya yang menyebabkan kulit tangan tampak kusam, kering dan berkeriput?

  1. Kurang minum air (dehidrasi)
  2. Sering terpapar sinar matahari langsung
  3. Gaya hidup (pola makan dan tidur, alkohol, kafein, merokok, dll)
  4. Faktor genetik (keturunan)
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu
  6. Lingkungan

Dari beberapa akar masalah di atas, kalau saya kebanyakan karena No. 1-2 dan 6, dimana pekerjaan seharian menunjang full AC, kondisi dingin membuat saya jarang minum, dan setiap berangkat kerja pun melawan arah terbitnya sinar matahari, sekaligus terkena polusi kendaraan umum. Oleh karena itu meskipun belum menginjak usia 30-40 tahun, saya menyadari kalau kulit tangan saya sudah menunjukkan tanda-tanda penuaan dini. Bahkan dari semasa kuliah dulu ada teman saya yang berkomentar "tanganmu kenapa ghi kok banyak garis-garisnya gitu?", nah lho. Iya memang benar, tipe kulit saya ini termasuk jenis kulit yang kering, , mau dari atas atau sampai bawah pun permasalahan yang saya alami pasti tidak jauh-jauh dari masalah kulit kering. Mulai dari rambut kering & ketombe, kulit wajah berjamur/mengelupas, dan badan bersisik seperti kulit ular. Sebenarnya selama ini saya juga udah usaha buat mengurangi keriput di tangan, awalnya biasa saja, belang pun tak masalah, asal kulit wajah saya bersih jadi tidak terlalu memikirkan kondisi kulit tangan. Tetapi suatu hari saya tiba-tiba malah insecure ketika menyadari kulit tangan saya yang sepertinya makin parah setelah melihat hasil foto untuk konten review di blog. MasyaAllah keringnya udah kayak tanah tandus, kusam dan buluk banget pokoknya dah. Akhirnya saya tergerak buat nyari hand cream atau hand serum.

Bertemulah dengan salah satu produk dari negeri China yaitu Laikou Hand Serum Hyaluronic Acid. Beberapa produk Laikou ini formulasinya terinspirasi dari negeri Jepang, oleh karena itu namanya pun hampir mirip ejaan nihongo, iya gak sih? Iya kan? Apa menurut saya aja? 😂 Sebenarnya saya juga checkout produk handcream-nya juga, tapi saya bikin review-nya terpisah ya. Udah masuk draft tulisan kok. Kali ini kita bahas satu-satu dulu mengenai hand serumnya dulu. Stay on page ya!

Packaging
Packaging hand serum dari Laikou ini berupa tube plastik berisi 50ml dengan tipe tutup botol fliptop. Saat datang tube-nya ini hanya dibungkus oleh plastik press tebal, tenang saja tetap aman kok karena di samping kemasannya terdapat barcode untuk mengecek keaslian produk Laikou. Tube-nya berwarna translusen, setengah transparan gitu deh, jadi kita bisa lihat isi dari produk tersebut. Keren sih! Ukurannya tidak terlalu besar pun tidak bisa dibilang kecil. Yang penting mah bisa masuk kantong dan tutupnya aman, alias travel friendly banget!

Berikut ini adalah salah satu contoh cara mengecek keaslian produk Laikou di website Washeda Cosmetics Ltd.

Cek di website Washeda Cosmetics
http://laikou.wesheda.com/

Ingredients
Aqua, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Glycerin, Sodium Hyaluronate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Sodium Acetylated Hyaluronate, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Pentylene Glycol, Ethylhexylglycerin, Panthenol,  Centella Asiatica Extract, Niacinamide, Xanthan Gum, Allantoin, Carbomer, Triethanolamine, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Methylparaben, Diazoudinyl Urea, Parfum

Highlight :
  • Sodium Hyaluronate Crosspolymer : membentuk perlindungan 24 jam dalam mengunci cairan di bawah kulit untuk mengurangi hilangnya kelembapan
  • Sodium Hyaluronate : melembapkan dan mengunci kelembapan di permukaan kulit untuk melindungi kulit tangan
  • Sodium Acetylated Hyaluronate : memperbaiki lapisan Stratum Corneum, untuk menyerap air dan melindungi lapisan kulit yang lebih dalam
  • Hydrolyzed Sodium Hyaluronate : menyerap lebih cepat untuk melembabkan kulit bagian dalam
Texture
Hand serum ini memiliki tekstur watery gel transparan yang mudah sekali meresap ke kulit tangan, after apply hitung saja 10 detik tangan langsung berasa dingin lembap,  finishing-nya sangat lembut dan tidak lengket. Karena memang basicnya ini 'serum', jadi tidak meninggalkan rasa greasy di tangan kok.

Fragrance
Kalau dari ingredient yang dipakai, seharusnya ada bau-bau parfum ya. Cuma mungkin tidak terlalu pekat saja baunya. Jadi saat dipakai di tangan wangi parfumnya tidak terlalu semerbak, hanya wangi lembut seperti air pegunungan. Ceilah. Bahkan wanginya ini hanya tahan beberapa detik saat pemakaian. Kalau soal harumnya sih saya no komen ya, karena memang dari awal produk ini tidak menyebutkan "parfumed hand serum", jadi wanginya sudah jelas tidak tahan lama, gapapa soal ini mah tidak masalah bagi saya.
How to use
Cara pemakaiannya mudah banget kok, terserah mau gimana modelnya ya, yang penting usapkan saja di tangan. Kalau saya sendiri suka dengan menaruhnya di punggung tangan kanan dan kiri terlebih dahulu. Ambil masing-masing sebesar biji jagung dan ratakan dari punggung hingga telapak tangan. Tunggu beberapa saat sampai meresap dengan sempurna. Lanjutkan dengan penggunaan body lotion seperti biasa. Pssttt bisa re-apply sesuka hati juga kok, tenang saja, bebas mau pakai kapan saja! Utamakan pemakaian saat pagi hari sebelum keluar ruangan dan malam hari sebelum tidur yaa. 
First Impression
Awalnya saya tidak berharap terlalu tinggi dengn produk ini, saya pun tidak membayangkan kalau bakal secocok ini. Harganya yang sangat terjangkau buat semua kalangan, sepertinya membuat produk ini jadi under rated. Apalagi brand ini belum terlalu banyak dikenal oleh netizen Indonesia. Pertama kali nerima produk ini, yang saya agak kecewa adalah isinya yang tidak full pack, jadi cuma sekitar 3/4 dari tube-nya. Gapapa sih yang penting mah gramasinya sudah sesuai dengan keterangan produk ya, mungkin wadahnya saja yang agak besar.

Next saat pemakaian pertama, teksturnya berupa gel tapi langsung melebur seperti air yang cepat meresap ke lapisan kulit. Tangan jadi auto lembap, yah meskipun kemampuan mengunci kelembapannya tidak terlalu lama sih, jadi harus re-apply terus buat perawatan tangan yang super duper kering macam saya ini. Produk ini memiliki kandungan Niacinamide dan Collagen di dalamnya yang membantu meremajakan kulit, membuat kulit lebih lembut dan kenyal. Seharusnya dengan kandungan Niacinamide ini dapat mencerahkan kulit belang juga yaa, namun karena baru coba pemakaian 1 tube saja menurut saya belum menunjukkan perubahan yang signifikan, sepertinya memang harus dirutinkan pakai dan butuh waktu juga buat meratakan warna kulit tangan, eh soal tangan belang bisa dibantu dengan lotion lain yang mengandung Alpha Arbutin yah biar makin mantul hasilnya.

Mengenai kandungan Hyaluronic Acid yang berguna untuk menghilangkan keriput dan kulit pecah-pecah, saya setuju dengan claim mereka satu ini. Sebelum pemakaian serumnya tangan saya benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan, kusam, kering dan keriput. Sedangkan habis pemakaian 1 botol serum tangan saya jadi lebih lembut, halus, lembap dan sedikit lebih cerah.

Secara keseluruhan hasil pemakaian hand serum ini menurut saya worth to try yaa. Kenapa nggak kan? Mumpung harganya murah dan lumayan bisa mengurangi kekeringan di tangan ini, ditambah tangan saya sekarang jadi lebih lembap, meskipun finelines masih kelihatan sedikit, tapi gapapa, so far saya tetap tidak menyesal membeli produk ini. Hehe
Like :
  • tekstur lembut
  • melembapkan
  • menghaluskan
  • cepat meresap
  • tidak lengket
Dislike :
  • isinya kurang full
  • no instant result
Jadi gimana buat teman-teman beauties disini, adakah yang pengen nyobain? Kalau kalian mau beli, usahakan langsung ke official storenya yaa, di toko orens juga ada kok star shop Laikou Indonesia.

Laikou Hand Serum Hyaluronic Acid - 50ml
Price : IDR 17.000/pcs
Beli disini

Review Scarlett C-Power Serum Cocok untuk Kulit Kering & Kusam

Sebagai wanita tentunya kita semua berharap mempunyai kulit yang sehat dan cerah. Melihat kondisi kulit wajah yang kusam dan kering bikin kepercayaan diri menurun dan semakin insecure menjalani kegiatan sehari-hari. Termasuk saya, sebagai pemilik jenis kulit normal to combination, sekalinya kulit ini tidak diberikan makanan yang tepat pasti akan menjadi kusam, bersisik dan banyak lingkaran hitam bekas beruntusan/alergi. Apalagi rutinitas saya mengharuskan untuk berkendara sangat jauh, diperjalanan terkena sinar matahari langsung, polusi serta debu kotor dari kendaraan. Hal tersebut dapat memicu kondisi kulit menjadi lebih kering dan kusam.

Lalu bagaimana cara mengatasi kondisi kulit yang demikian?

Baru-baru ini saya membaca beberapa review dari teman-teman influencer di media sosial, mereka ramai membicarakan produk baru skincare dari Brand Scarlett yaitu Scarlett C-Power Serum dan Face Mist. Karena sebelumnya pernah cobain produk bodycare-nya, saya pun penasaran dengan produk skincare keluaran dari Scarlett ini, apakah hasilnya akan sama bagus untuk kulit wajah saya? Oleh karena itu saya coba membeli salah satunya saja yaitu Scarlett C-Power Serum. Berikut adalah review setelah pemakaian kurang lebih 1 bulan setengah lamanya, semoga ulasan di bawah bisa menjadi referensi teman-teman jika ingin mencoba juga.

Packaging
Dari segi packagingnya, serum ini dikemas dengan botol kaca berwarna dominan putih shimmering dengan aksen warna orange jeruk pada deskripsi produk, aplikasinya berupa pump dengan tutup putih panjang yang cukup kokoh. Total cairan serum di dalam kemasannya sekitar 15ml, cukup banyak dan awet banget karena saya pakai hanya 2-3 pump saja. Yang saya suka dari kemasannya adalah produk ini dibungkus dengan dus tebal bersegel barcode dan jika dibuka di dalamnya ada lapisan mika tipis untuk menaruh botolnya, jadi tahan guncangan ketika pengiriman dari jarak jauh.

Ingredients
Aqua, Glycerin, Butylene Glycol, Ascorbyl Glucoside. Tetrahexyldecyl Ascorbate, Annona Cherimola Fruit Extract, Portulaca Oleracea Extract, Polyacrylate Crosspolymer-6, Propanediol, Allantoin, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Aminomethyl Propanol, Lactobacillus/Hydrolyzed Collagen Ferment Filtrate Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, 1,2-Hexanediol, Caprylic/Capric Triglyceride, Ferulic Acid, DMDM Hydantoin, Ethyl Linoleate, Hexylresorcinol, Punica Granatum Fruit Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Hydroxyethylcellulose. Octyldodecanol, Disodium EDTA, Yeast Ferment Extract, Allium Sativum Bulb Extract, Caprylhydroxamic Acid, Citrus Limon Peel Oil, Titanium Dioxide, Sodium Citrate, T-Butyl Alcohol, Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, Phenoxyethanol Pentylene Glycol, Pogostemon Cablin Leaf Extract, PVM/MA Copolymer, Oleth-10, Polysorbate 60, Phenylpropanol, Sodium Dehydroacetate, 2-Aminobutanol, Aluminum Hydroxide, Citric Acid, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Hyaluronate, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Triethoxycaprylylsilane, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Simethicone, Ethylhexylglycerin, Arginine, Phytic Acid, Silver Oxide

Highlight :

  1. THD (Tetrahexyldecyl Ascorbate) : melindungi kulit dari efek buruk karena sinar UV, mencerahkan, menyamarkan kerutan dan garis halus, serta menjaga kelembaban kulit
  2. 4D Hyaluronic Acid : menjaga kelembaban kulit, menjaga keremajaan kulit, menghidrasi, menyejukkan kulit yang teriritasi ringan
  3. Lactobacillus : melembabkan dan mencegah tanda-tanda penuaan dini
  4. Chamomille Flower Extract : menyejukkan kulit, mencegah efek buruk akibat paparan sinar matahari, menghidrasi kulit
  5. Cammelia Extract : mencegah efek buruk sinar matahari, mencerahkan kulit, menyamarkan tampilan garis halus, dan menjaga kelembaban kulit
Texture
Produk ini berwarna putih kekuningan dengan tekstur watery sedikit kental dan cepat banget meresap ke kulit. Pengaplikasiannya sangat ringan dan lembut di wajah.
Maafin kulit tangan hamba yang buluk ini Ya Allah

Fragrance
Pertama kali pakai serum ini agak kaget dengan aroma-aroma cengkeh, lebih ke rempah-rempah atau jamu sih. Bisa bayangin gak guys? Skincare dengan bau jamu? Tapi so far, saya masih bisa nahan baunya karena tidak terlalu strong. Selepas diaplikasikan juga gak ada baunya lagi. Jadi oke ajalah kalau mau dipakai setiap hari juga gapapa.

How to Use
Untuk cara pemakaiannya, keluarkan beberapa tetes serum, kalau saya 2-3 pump saja sudah cukup untuk area wajah dan leher. Terserah mau dikeluarkan ke punggung tangan atau telapak tangan. Kalau botol pump gini, saya lebih suka keluarkan di punggung tangan dulu. Lalu aplikasikan ke beberapa titik wajah dan oleskan secara merata hingga ke leher. Tepuk tekan dengan lembut dan diamkan hingga terserap dengan sempurna, lalu bisa dilanjutkan dengan penggunaan skincare lainnya. Serum ini bisa dipakai di pagi maupun malam hari.

First Impression
Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pertama kali membuka kemasannya dan aplikasikan ke tangan, yang menarik perhatian saya adalah aroma rempah-rempahnya. Sampai saya kepikiran apa saya dapat produk KW ya? akhirnya saya searching ke Google dan teman-teman reviewer lainnya, ternyata memang sebagian besar bilang aromanya seperti itu, beberapa ada yang terganggu dan beberapa tidak masalah. Kalau saya sih bukan terganggu ya, cuma kaget saja apa bener nih skincare baunya kayak jamu gini? Tapi untuk saya sih masih oke saja, masih bisa diterima baunya di hidung yang sensitif ini.

Serum ini bisa dipakai di pagi hari atau malam hari, pertama kali coba dulu saya pakai di pagi hari saja sebelum rangkaian skincare lain. Sesaat setelah pemakaian kulit terasa lembab, halus dan lembut sehingga bisa memberikan efek healthy skin, apalagi jika ditambah CC/DD cream yang mengandung SPF, kulit wajah jadi kelihatan lebih glowing dan flawless. Alhamdulillah tidak ada efek/reaksi aneh-aneh di wajah setelah pemakaian serum ini. Beruntungnya buat pemilik tipe kulit badak kayak saya gini, mau pakai jenis skincare apa aja masih aman-aman saja. InsyaAllah ya jangan sampai ada apa-apa juga sih. Malahan sejauh ini beberapa dark spot sudah lumayan tersamarkan, tapi karena ada bekas jerawat yang masih baru, jadi malah muncul dark spot baru. Sekarang saya coba pakai serum ini setiap pagi dan malam untuk melihat hasil kerjanya secara maksimal untuk menghilangkan dark spot baru ini. Semoga lekas memudar ya temans.

Secara garis besar, saya cukup satisfied dengan hasil pemakaian Scarlett C-Power Serum ini, karena bisa membuat kulit wajah jadi lebih sehat, tentunya hasil yang diperoleh pada setiap orang akan berbeda-beda ya tergantung jenis kulit masing-masing. Buat teman-teman yang mau cobain serum Vitamin C, saya sarankan untuk menghindari penggunaan bersama dengan bahan aktif Retinol dan AHA BHA yaa. Karena skincare tersebut tidak akan bekerja secara maksimal malah bisa menimbulkan iritasi atau efek tingling.

Kalau masih ingin pakai Retinol atau AHA/BHA bisa dipakai bergantian di beda waktu, salah satunya di pagi atau malam hari.

Ohiya, pastikan kalian membeli produk Scarlett C-Power Serum yang original ya. Kalian bisa memilih toko yang authorized atau lebih baik pilih Official Store Scarlett saja, sudah pasti dijamin ori. Scarlett juga tersedia di berbagai platform e-commerce kok, ada Tokopedia, Lazada, ataupun Shopee.

Scarlett C-Power Serum - 15ml
Price : IDR 65.000-75.000/pcs
Beli disini

Family Gathering Keluarga Besar Inti Bumi Geoservis (IBG) - Jogja

Family Gathering Keluar Besar Inti Bumi Geoservis (IBG)

Setelah kurang lebih 3 tahun lamanya tidak bersua dengan kota istimewa - Yogyakarta, akhirnya si bapak suami mengajak istri dan anaknya ini untuk main kesana. Kebetulan suami ada acara Family Gathering dengan perusahaan rintisannya bersama teman-teman seangkatan kuliah dulu (teman kuliah saya juga sebenarnya). Jadi karena istrinya dah ngebet banget pengen main ke Jogja, dan mumpung ada hari libur di Sabtu-Minggu, sekalian kami berangkat bersama dengan ayah dan mama.

Perjalanan menuju ke Jogja kami mulai dari jam 18.30 WIB menggunakan kendaraan yang kami sewa khusus untuk operasional acara Family Gathering. Kurang lebih 3 jam kemudian kami keluar dari Exit Tol Kartasura tepat jam 21.30 WIB dan melanjutkan perjalanan melalui jalur biasa Klaten - Yogyakarta. Karena perjalanan santai dan perut lapar, kami mampir ke pedagang kaki lima untuk menyantap Bakmi Jawa di pinggir jalan sekitaran Klaten Raya. Lalu kami lanjutkan perjalanan dan sekitar pukul 12.30 WIB dini hari kami sampai di Bantul (rumah bulik saya) dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan ke inti acara Family Gathering di Gunung Kidul. Si kecil lumayan excited tengah malam karena mengujungi tempat baru, jadi tengah malam malah main-main happy kesana kemari. Finally setelah 1 jam bergerilya di rumah bulik, akhirnya dia mau tidur juga karena dengerin suara tokek. Hehe

Besok paginya saya bongkar-bongkar barang bawaan untuk repacking perintilan khusus yang mau dibawa ke Gunung Kidul. Kami mulai perjalanan lagi sekitar jam 8 pagi, rencana awalnya sih mau nostalgia di sekitar UGM, ngenalin kampusnya bapak-ibu jaman dulu ke Asiy. Tetapi karena lalu lintas macet parah, sampai jam setengah 10-an kami baru menyentuh pusat kota. Jadinya rencana untuk foto nostalgia di kampus kami cancel dulu, yah cuma bisa berdoa semoga lain waktu dikasih kesempatan untuk silaturhami lagi ke kampus tercinta bersama dengan Asiy. Kami memutuskan untuk langsung menjemput rekan-rekan di basecamp sesuai lokasi yang disepakati di awal. MasyaAllah Tabarakallah, akhirnya saya bisa bertemu dengan teman-teman lama jaman kuliah dulu. Ada yang masih jomblo, berencana menikah, pengantin baru, ada yang sudah punya anak kecil kayak saya dan ada yang anaknya sudah besar sekitar umur 4 tahunan. MasyaAllah.

Kami berangkat ke Gunung Kidul sekitar jam 11.30 WIB dengan kondisi jalan yang berliku-liku dan macet parah, akhirnya kami sampai di penginapan sekitar jam 15.00 WIB sudah dalam kondisi kenyang. Alhamdulillah. Karena di tengah perjalanan macet tadi kami mampir di warung soto dan sholat bersama rombongan.

STAYCATION DI CASA COCO RESORT

Setibanya di area pantai Gunung Kidul, kami langsung menuju ke penginapan Casa Coco Resort yang lokasinya sangat dekat dengan Pantai Sundak, yah kurang lebih 3-5 menit saja. Tempatnya sangat nyaman dan bersih. Rekomen bangetlah buat staycation bersama keluarga kecil kalian. Kalau bukan karena family gathering mungkin saya gak kepikiran nginep di resort seperti ini. Kita bahas mulai dari kamar penginapannya yaah, kebetulan saya dapat kamar 203 di lantai bawah. Judulnya saja lantai bawah tetapi resort ini terdiri dari banyak anak tangga. Bahkan mau menuju ke lobby saja harus menaiki tangga terlebih dahulu, maklum mengingat lokasi penginapan di sekitar perbukitan jadi tinggi lahannya bervariasi. Untuk menuju ke kamar 203 saya harus melewati beberapa anak tangga juga, tidak terlalu banyak kok, cukup lah buat olah raga ringan. Hehe

Staycation di Casa Coco Resort

Karena membawa si kecil, saya dan suami mendapat kamar Deluxe Double Pool View yaitu kamar dengan kasur ukuran double dan pemandangannya langsung mengarah ke kolam renang. Fasilitas kamarnya cukup lengkap juga ya temans, kasur dengan perintilannya, TV Internet, full AC, beberapa meja dan drawer, disediakan heater dan air mineral juga, lalu di kamar mandinya ada 2 wastafel, toilet, shower, blower, serta tersedia handuk yang super bersih dan wangi. Perintilannya pun juga lengkap ada sabun, shampo, alat sikat gigi, showercap dan cutton bud.

Sebelah kanan kasurnya ada pintu kaca besar dan jika dibuka kita disuguhkan oleh pemandangan kolam renang yang menyegarkan. MasyaAllah. Asiy pun seneng banget diajak tidur disini, nyaman gitu, sampai-sampai tidurnya pulas banget gak gerak sama sekali. Pokoknya bikin males bangun pagi deh bawaannya pengen goleran mulu.

PLAYDATE & SHARING SESSION DI PANTAI SUNDAK

Setelah beristirahat sebentar di penginapan, beres-beres barang bawaan dan bersih diri, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sundak. Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pantai ini lokasinya dekat banget, paling cuma 10 menit jalan kaki. Tapi kami memutuskan untuk naik mobil karena rombongan bawa anak-anak kecil. Disana kami bernostaliga lagi, karena pantai ini dulunya adalah tujuan wisata seangkatan teman kuliah setelah selesai melaksanakan kepantiaan makrab. Kental banget kenangannya. Serius. Bahkan saya dan suami pun "tidak sengaja" punya kenangan juga disini. Eh suami nyeletuk "Mba, kita kan pernah foto berdua disini, inget gak?"

Saya sambil mikir-mikir juga, tapi inget banget pernah foto sama dia, bahkan saya masih nyimpen fotonya sampai sekarang. Meskipun agak lupa lokasinya dimana. Terus suami berusaha cari-cari lagi foto tersebut dan ketemu, saya langsung ingat karena pemandangan di depan saya sama persis dengan waktu itu. Cuma bedanya sekarang saya membawa anak kecil, anak kita berdua. Kalau diulang-ulang ya gak nyangka juga kalau temen foto jaman dulu ternyata bakal jadi suami sekaligus bapak dari anak saya sekarang. Lalu suami ngajak foto sama persis posenya dengan pose 10 tahun lalu, tapi sekarang kita sambil gendong Asiy. Eh MasyaAllah jadi inget sebelumnya kita berdoa pengen bernostalgia jaman dulu kan, yang awalnya pengen foto-foto di UGM ternyata Allah ganti momennya disini.

Disini juga menjadi momen pertama kali dalam hidupnya Asiy, yaitu bisa melihat lautan yang sangat luas, ombak, menyentuh pasir dan terumbu karang dan memperhatikan keong-keong yang bergerak denagn cangkangnya. Awalnya Asiy takjub sekali dengan lautan, lalu saya tawarkan dia untuk mendekat ke ombak, dia menganggukkan kepala tanda setuju. Jadi saya bawa dia menuju ke tepi pantai, dia semangat sekali mau main air. Setelah mendekat dia baru sadar kalau air tersebut bergerak dengan sendirinya, maju mundur dengan penuh tenaga. Setelah itu dia mengurungkan niat untuk menyentuh air karena takut. Saking takutnya sampai dia menangis karena kaget. Momen seperti ini menjadi kesempatan ibu untuk mengenalkan Allah SWT dan juga ciptaannya. Ibu ajak Asiy ngobrol quality time di ujung bibir pantai. Emang ibu ini tipe-tipe yang suka belajar di kesunyian, maunya ngajak Asiy ngobrol berduaan mulu. Maafin ya dek, ibunya introvert banget. Sedangkan Asiy ini tipe yang suka bereksplorasi, dia selalu penasaran dengan tempat-tempat baru.

Playdate di Pantai Sundak, Yogyakarta

Mumpung masih di area Pantai Sundak kami biarkan anak-anak sensory play dengan bermain-main pasir dan bubble. Setelah puas mengabadikan momen, bapak-bapak mengajak berkumpul dan berbagi cerita. Agak kaget juga kalau kita bakal sharing di pantai begini. Tapi ini momennya pas banget. Mendengar cerita awal mula terciptanya perusahaan IBG langsung dari founder-nya, perjuangan merintisnya dari awal dengan bermodal ilmu, nekat dan niat untuk sedekah. Secara materi mereka ditempa oleh keterbatasan, bahkan sempat mendapat subsidi dari salah satu teman juga, keadaan seperti ini tidak melunturkan semangat mereka untuk membesarkan IBG. Berbagai macam cerita prestasi atau project goals yang didapat. Disini bapak-bapaknya juga bebas bercerita secara bergantian, mereka semua memiliki sudut pandang perjuangannya masing-masing. 

Jujur saya terharu banget mendengar cerita-cerita itu. Sampai sejauh ini pertarungan mereka, bahkan sampai di titik mereka bisa membawa keluarga besar IBG berkumpul di pantai saat ini, semuanya berasal dari hasil keringat mereka sendiri. Ya Allah, InsyaAllah saya gak pernah berhenti berdoa yang baik-baik untuk masa depan IBG dan khususnya untuk suami saya. Semoga IBG menjadi salah satu pintu rejekinya dalam menafkahi keluarga kecil kami.

Setelah puas bermain-main seru di pantai, para bapak-bapak melanjutkan renang bersama di kolam penginapan, sedangkan ibu-ibunya bersih diri dan istirahat bersama dengan anaknya masing-masing. Lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama seluruh personel, termasuk anak-anaknya. Seru banget disini Asiy bisa ketawa ketiwi dengan teman sebayanya. Sampai malam menujukkan pukul 20.30 WIB kami kembali ke kamar masing-masing, saya dan Asiy berusaha untuk tidur sedangkan bapak melanjutkan diskusi/rapat bersama yang lain.

PHOTO SESSION KELUARGA BESAR IBG

Keesokan harinya, masih dengan suasana mager goleran di kasur, bapak dan Asiy masih tidur dengan nyenyak. Saya terbangun lalu melanjutkan beberes baju kotor dan bersih-bersih perintilan di kamar mandi, menyiapkan baju yang mau dipakai bapak, ibu dan Asiy, lalu packing ulang untuk persiapan pulang. Setelah itu mumpung mereka berdua masih tidur, ibu waktunya me-time mandi duluan. Lalu bapak terbangun dan lanjut mandi juga. Kami sudah siap dari jam 6 pagi, sedangkan Asiy masih tertidur pulas. Nyaman banget lihatnya, sampai gak berani gangguin. Saya pun ikut tiduran di sebelah Asiy sambil ngeliatin wajah lucunya. Saya tunggu sampai jam setengah 7 tetiba ada video call masuk dari Onty yang lagi di Korea, Asiy terbangun sambil tersenyum lebar. Dia langsung tengkurap dan senyum-senyum karena ditelpon eyang ontinya. Akhirnya anak ibu bangun juga, biasanya di Mojokerto jam 5 sudah mandi, ini udah jam setengah 7 baru aja bangun.

Setelah beres memandikan Asiy, bapak dan ibu menyiapkan barang bawaan turun dan ditaruh ke dalam mobil. Lalu kami semua berkumpul untuk menyantap sarapan dan ngeteh di pagi hari. Sebelum pulang kami menyempatkan untuk berfoto-foto, para bapak seseruan foto ala coverboy dan ibu-ibunya cuma ngeliatin sambil mantau anak-anak. Terakhir kami mengambil foto bersama seluruh keluarga besar IBG untuk persiapan konten di bulan Ramadhan, ceilah, InsyaAllah sebentar lagi memasuki bulan puasa ya guys, jadi nyiapin konten dulu. Eh nggak kok, murni buat kenang-kenangan aja kalau bisa bikin konten itu bonusnya. Semoga bisa menjadi cerita di hari tua nanti.

BELI OLEH-OLEH DI PANTAI BARON

Setelah berfoto-foto ria, kami check out dari penginapan dan langsung menuju Pantai Baron, rencananya untuk membeli oleh-oleh khas Gunung Kidul. Perjalanan kami tempuh sekitar 15 menit dari penginapan sekalian arah pulang. Keluar dari kendaraan si kecil bahagia banget langsung menuju toko mainan, belum paham dia kalau harus dibayar dulu baru boleh bawa pulang. Lalu dia ketemu dengan kucing putih lucu dan teralihkan dari mainan tadi. Alhamdulillah. Selagi bapak mengurus keperluan tim, ibu dan Asiy malah bermain kucing berdua. Setelah bapak selesai, kami diajak menuju ke ujung Pantai untuk nostalgia masa kecil bapak yang pernah kesini dulu sewaktu SD. Jadi niat awal mau membeli oleh-oleh disini kami urungkan, karena niatnya mau cari bakpia pathok saja di daerah kota. Sambil berjalan menuju ke Pantai, kami disuguhi pemandangan makanan-makanan laut yang sudah diolah, baru matang, siap santap dan masih hangat. Awalnya tidak terlalu tertarik membeli sesuatu disini, lama kelamaan ibu dan bapak merasa haus, berhubung air yang dari penginapan tadi sudah mau habis, akhirnya beli air mineral buat bertiga (sekalian buat bikin susunya Asiy). Saya, suami dan Asiy terdiam melihat ombak, perahu yang lalu lalang membawa penumpang untuk ke sebrang pantai, dan menikmati angin sepoi-sepoi. Setelah merasa cukup menikmati pemandangan ini, kami kembali ke parkiran untuk persiapan pulang. Asiy mulai rewel karena pengen naik odong-odong lucu di sekitar taman, tertarik mendengar suaranya yang menggiurkan, awalnya gak mau diajak balik, kami membujuknya sedikit memaksa, meskipun awalnya nangis tantrum. Untung aja gak heboh, ntar dikira ibu dan bapak sindikat penculikan anak, padahal anak sendiri loh. Akhirnya dia mau diajak pulang sama bapak gara-gara ditanyain dimana keong kelomang. Sederhana sekali si bayi kecil ibuk ini. MasyaAllah Tabarakallah. 

Kami melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke Warung SS (Spesial Sambal) di sekitar Prambanan. Sambil beristirahat, sholat dan makan, ibu dan bapak ngobrol-ngobrol berat. Selesai makan, kami berpamitan sekaligus berpisah dengan rombongan lain. Cukup mengesankan perjalanan bersama-sama selama dua hari ini, tapi saya dan suami masih harus lanjutkan perjalanan, mampir ke rumah kakak ipar, dan membeli oleh-oleh khas Jogja sore itu juga. Kami kembali ke rumah simbah di Bantul sewaktu senja menuju Maghrib. Malam harinya kami lanjut perjalanan pulang ke Mojokerto dan sampai rumah lagi sekitar jam 3 dini hari. Padahal jam 6 pagi saya harus sudah siap ke kantor untuk bekerja.

Alhamdulillah perjalanan yang panjang melelahkan terbayar dengan liburan yang sangat menyenangkan. Benar-benar pengalaman seru dan kenangan yang super bahagia bisa berkumpul dengan Keluarga Besar Inti Bumi Geoservis. Asiy bisa bertemu langsung dengan teman-temannya, om dan tante dari IBG. Harapan saya semoga bisa dipertemukan lagi full team seperti ini di lain waktu dan kesempatan. Semoga Inti Bumi Geoservis menjadi perusahaan yang semakin berkembang pesat dan seluruh projectnya berjalan dengan lancar, dimudahkan dalam sedekah dan mencari nafkah yang halal untuk keluarga. InsyaAllah. Aamiin.