One Day Trip - Naik KA Lokal Murah Meriah ke Kebun Binatang Surabaya

Memang rencana yang dadakan seperti tahu bulat itu yang biasanya paling besar peluang realisasinya, siapa yang setuju? Kayak saya hari Minggu lalu yang berkesempatan ngajak Asiy main-main naik kereta bertiga sama mama utinya juga. Eh malah bisa mampir ke Kebun Binatang Surabaya juga. Jalan-jalan dengan budget minim ke Surabaya, ya one day trip solusinya. Hehe

Sebenarnya saya sudah lama sekali berkeinginan untuk mengajak Asiy naik kereta, karena dia sedang terobsesi dengan kereta api atau kereta uap, apa saja deh yang penting bentuknya kereta. Bahkan odong-odong pun dia sebut kereta, tapi emang bentuknya seperti kereta sih, gak salah juga ya. Nah karena Asiy lagi pengen banget lihat kereta secara langsung, sudah beberapa kali dia kegirangan lihat di persimpangan palang kereta api, nah akhirnya saya pun kepikiran kenapa gak naik keretanya saja? Kan bisa tuh kemana naik kereta lokal sambil mengenalkan Asiy dengan kereta dari dekat. Saat itu suami saya sedang tugas keluar kota, jadi saya perlu izin dulu buat ngajak Asiy main bertiga, saya, Asiy dan mama utinya. Setelah mendapat persetujuan saya pun buru-buru memesan tiket kereta api dan kota tujuan yang saya pikirkan saat itu adalah Surabaya. Ya Allah, padahal ditempuh sepeda motor cuma 1,5 jam saja sudah sampai, random sekali emang ibu satu ini. Tapi kerandom-an saya kali ini semata-mata hanya demi perkembangan anak kok. Hehe

Sebelum membeli tiket kereta, saya sempat bingung menentukan jadwal keberangkatan. Mulai dari kepikiran staycation, cari hotel yang murah di sekitar stasiun tujuan biar bisa ngerasain udara malam di Surabaya, eh gak nemu hotel saya pun mencari guesthouse atau kos-kosan. Tapi setelah dipikir-pikir kok sayang banget nginep hotel cuma buat tidur dan paginya langsung check-out buat jalan-jalan. Akhirnya rencana staycation saya urungkan demi masa depan kantong ibu biar bertahan sampai akhir bulan. Haha nggak kok, biar gak ribet juga nantinya harus nyiapin keperluan menginap selama 2 days 1 night. No, mending yang simple aja sih. Akhirnya memutuskan untuk One Day Trip saja, maksudnya berangkat dan pulang di hari yang sama. Ngewar tiket kereta pun gak tanggung-tanggung, saya sudah pantengin dari H-3 biar dapet tiket yang pakai kursi duduk. Alhamdulillah saya dapat tiket duduk untuk PP dan nomernya pun cukup strategis, berangkat sebelahan dan pulang hadap-hadapan. Yang penting mah dapet tempat duduk kami udah bersyukur karena perjalanan di kereta bawa anak kecil kalau sampai dapatnya tiket tanpa kursi rasanya kok kebangetan, kasian anaknya dong.

Next, apa lagi yang perlu dipikirkan? Destination atau tujuan wisata kami kemana? Bingung lagi kan. Saya siapkan 3 opsi untuk dipilih waktu itu :

  1. Dinolab di Tunjangan Plaza
  2. Kebun Binatang Surabaya
  3. Monumen Kapal Selam

Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya saya memilih ke Kebun Binatang Surabaya saja, memang udah pernah kesana sekali, tapi saya mikir di usia Asiy yang sekarang menginjak 22 bulan, dia sudah paham, pastinya akan lebih cepat meresap memori indah dan mengenal hewan dengan melihatnya secara langsung. Sedangkan jika saya pilih ke Dinolab, selain harganya lumayan tapi karena Asiy belom paham Dino, selama ini hanya lihat gambarnya saja, pun dengan Monumen Kapal Selam sepertinya lebih cocok bawa Asiy kesana pas usia di atas 3 tahun saja. Memang Asiy suka belajar vehicles termasuk kapal selam yang sering dia baca di buku ceritanya. Tapi untuk kesana, next time saja ya pas ada bapaknya. 

Seperti yang bisa kalian lihat di atas ya, kami dapat tiket untuk jam keberangkatan jam 05.44 dimana itu masih jam tidurnya Asiy. Ini tantangan sekali buat saya supaya Asiy bisa bangun tanpa cranky dan harus mengawali hari dengan mood yang bagus biar seharian gak ada drama. Gimana caranya buibu? Sounding! Iya sounding dari beberapa hari sebelumnya bahwa kami akan melakukan perjalanan ke Surabaya naik kereta api, jadi Asiy harus bangun pagi berangkat ke stasiun supaya tidak ketinggalan kereta. Setelah dapat tiket, selama beberapa hari saya ajak ngobrol "Asiy mau naik kereta? Mau ke Kebun Binatang ya? Kayak kemarin kita pernah ke Kebun Binatang, mau kesana lagi? Besok Minggu kita bangun jam 4 yaah, habis sholat subuh Asiy langsung mandi dandan yang cantik, kita ke Stasiun Mojokerto mau naik kereta ke Surabaya". Di setiap pertanyaan saya, Asiy dengan antusias menjawab dan mengiyakan. MasyaAllah Tabarakallah, benar sekali di hari H Asiy pun bangun sekitar jam 04.15 sesuai janjinya. Bangun sendiri sambil memanggil-manggil mama uti dan ibunya. Pagi itu masih sangat gelap, belum terbit pula mataharinya, kami pun siap berangkat menuju stasiun melawan angin di pagi hari, yah setelah bergulat dengan kerempongan bocil mandi, pakai baju, hijab kaos kaki, dan keriwehan dari mama utinya yang udah panik takut ketinggalan kereta, cus akhirnya kami bertiga berangkat.

Sesampainya di Stasiun Mojokerto, matahari sudah mulai nampak, suasana pagi semakin terasa dengan huru-hara calon penumpang kereta yang berdatangan dan mulai masuk ke peron stasiun. Asiy sudah sangat antusias mendengar pengumuman dari mbak-mbak announcer yang menginfokan bahwa kereta Dhoho tujuan Surabaya akan segera tiba. Meski menunggu tidak terlalu lama, tapi dengan kesabaran Asiy yang setipis tissue berhasil membuatnya cranky karena udah sangat penasaran pengen melihat kereta dari jarak dekat. Oh iya, saya pun sempat kaget dengan perubahan-perubahan di Stasiun Mojokerto karena terakhir saya kesini baru ada 3-4 jalur kereta, sedangkan saat ini terdapat 6 jalur kereta api dan bangunannya pun ada beberapa titik yang diperbaharui. MasyaAllah, perasaan baru kemarin saya sambang ke stasiun, ternyata eh udah 4 tahun yang lalu dan perubahannya banyak banget.

Kereta pun tiba, terlihat Asiy yang sangat bahagia menyambut kereta dari kejauhan. Kami pun masuk ke gerbong 2 kursi 6D dan 6E, saat kami masuk kondisi tempat duduk masih sepi, hanya ada 1 orang di hadapan kami. Selang beberapa detik sebelum kereta berangkat, ada ibu bersama dengan 3 anak perempuannya duduk di depan dan sebrang kursi. Berbasa-basi ngobrol karena kami lihat beliau menggendong anak perempuan kecil seumuran Asiy. Ternyata benar anak tersebut sebaya dengan Asiy, selisih 1 bulan saja, sana yang lebih tua, namanya Embun. Cantik ya. Perjalanan kami tidak terasa karena asik mengobrol dan bertukar camilan antara Asiy dan Embun sambil menunggu kereta sampai di stasiun tujuan kami yaitu Stasiun Wonokromo. Ternyata Embun dan keluarganya juga mau turun di stasiun tersebut, eh pas mendekati stasiun tidak sengaja ibunya nyeletuk kalau tujuan mereka hari itu adalah mau jalan-jalan ke Kebun Binatang Surabaya. Loh sama dong, kami juga mau kesana. Sambil persiapan turun, kami bercanda sampai jumpa di KBS siapa tau kan nanti ketemu jangan lupa saling menyapa.

Kami turun dari kereta sekitar jam 7 pagi, langsung menuju ke pintu keluar Stasiun Wonokromo, ternyata suasana di sekitar pintu keluar sungguh sangat hectic dan di depan stasiun terjadi kemacetan setiap kedatangan kereta, karena banyak penumpang berlalu lalang menunggu abang ojek, mobil jemputan (gocar/grab) dan beberapa kendaraan umum di sekitar stasiun. Saya belum kebayang aja kalau bakal seramai itu, pikir saya bakalan sepi karena masih sangat pagi. Eh ternyata malah puncak-puncaknya ramai karena stasiun ini sangat dekat dengan tempat wisata keluarga, jadi pasti jadi tujuan utama para keluarga di akhir pekan.

Saya pun memesan Gocar dari titik stasiun dibantu dengan penjaga/petugas Gojek, saya baru tau juga kalau udah ada titik jemput instan Gojek/Grab di area terpilih, hal ini bisa membantu memudahkan para calon penumpang untuk mendapatkan kendaraan yang dibutuhkan dengan sangat cepat. Mungkin ini termasuk program kerjasama antara pihak KAI dengan ojek online terkait ya. Tapi ini sungguh sangat membantu yah, apalagi ada petugasnya masing-masing yang siap ditanyain macem-macem sama beberapa orang gaptek macam saya ini. Karena dibantu oleh petugas Gojek tadi, akhirnya saya mendapat mobil tumpangan untuk menujuk ke Kebun Binatang Surabaya. Oh iya di Stasiun Wonokromo ini ada tempat parkir (titik jemput) khusus mobil supaya menghindari kemacetan di depan stasiun, nah dari pintu keluar kalian belok kiri lalu lurus terus menuju jembatan penyeberangan Pasar DCT, disitulah para Gocar/Grab menunggu penumpang. Kebetulan saya kurang paham waktu itu, jadinya harus jalan kaki setengah lari sambil menggendong Asiy karena ternyata driver Gocar kami sudah ada di titik jemput, kan kasian kalau menunggu lama ya. Sebenarnya jarak dari Stasiun ke KBS cukup dekat, ada di balik pasar sebrang situ, cuma kalau harus jalan kaki kesana yah lumayan juga capeknya.

Sampailah kami di depan Kebun Binatang Surabaya, disana terlihat patung Sura dan Baya yang besar, kami turun pas di sebelahnya loket pembelian tiket. Karena sampai disana masih pagi buta, kami memutuskan untuk mengisi baterai terlebih dahulu, alias sarapan Soto khas Surabaya, warungnya ada di sebrang jalan pas di titik turun kami, jadi tinggal jalan kaki saja deh. Makan pagi ini lumayan juga ya 1 porsi soto sekitar 18k dan minum es jeruk sekitar 7k, yah maklum sih namanya di area wisata keluarga kan, di luarnya pasti banyak penjual dan dibandrol dengan harga lumayan tinggi dibanding pasaran. Gapapa emang udah diniatin sarapan depan KBS kok. Oh iya, pas kami mulai sarapan itu gerbang masuk KBS masih dalam kondisi tertutup terkunci, karena kami datang sekitar jam 7 pagi sedangkan jadwalnya baru dibuka jam 8 pagi. Rasanya baru kami tinggal sarapan sebentar saja, eh ternyata jam 8 kurang gerbang KBS sudah dibuka loh, dan beberapa pengunjung sudah mulai berdatangan membeli tiket masuk. Tak mau ketinggalan juga nih, kami ikut maju membeli tiket dan mulai memasuki area kebun binatang. Oh ya untuk tiketnya per orang 15k dan anak dengan tinggi di bawah 85cm tidak sipungut biaya alias gratis masuk. Saat kami masuk terlihat para petugas KBS yang baru menyiapkan semua hal sesuai jobdescnya, membuka gerbang, memposisikan barang-barang keperluan lainnya, dan para penjual stand yang mulai berdatangan, bersepeda maupun jalan kaki. Keren sih bisa masuk disini pas pagi hari begini, bisa lihat semua persiapan petugas saat melakukan pekerjannya. Tapi emang kalau saya pribadi lebih prefer kesini saat pagi-pagi begitu sih, karena udara masih segar, pengunjung tidak terlalu ramai, tidak bising, matahari juga tidak terlalu panas dan kondisi hewan-hewannya masih pada fresh semua, mungkin baru bangun tidur kali yaa. Hehe

Kembali ke cerita Asiy yang jalan-jalan kedua kalinya di KBS, kami memilih jalur yang berbeda dari pertama kalinya Asiy kesini. Tujuannya biar bisa eksplor lebih banyak tempat dengan jalur baru. Sampai di kebun jerapah, Asiy pun ingat sekali pernah kesini, padahal dia kesana lagi lewat jalur lain, dari kejauhan dia udah heboh aja lihat hewan leher panjang itu. Kami lanjutkan ke tempat lainnya, beberapa ada yang sudah pernah kami kunjungi seperti rusa, gajah, unta, kudanil, monyet dan buaya. Nah rencananya kunjungan kami saat itu mau mencoba salah satu wahana di KBS, namun setelah dipikir-pikir lagi, wahana feeding jerapah dan tunggang gajah kok lumayan pricey juga ya, padahal mau jalan-jalan murah aja disini. Eh kami urungkan saja rencana naik gajah atau feeding jerapah tersebut. Tapi kami tetap melanjutkan rencana awal untuk masuk ke arena Aquarium. Beneran deh ini tuh tujuan yang paling ditunggu-tunggu sama Asiy karena dia suka banget ngelihat ikan-ikanan berenang. Sampai di depan loket Aquarium, kami bayar dulu tiket masuknya sekitar 30k per orang dapat gelang kertas gitu. Dari pintu masuk aquarium kami dibantu oleh beberapa penjaga untuk memakai gelang. Sebelum masuk di ruang aquarium, di sebelah kiri terdapat area reptil yang isinya berbagai macam iguana, ada iguana hijau dan iguana merah, ada ular dan penyu hijau yang berukuran super jumbo. Sebelah pintu masuk di kanan dan kirinya ada kolam ikan, ya kolam ikan biasa gitu sih, cuma isinya ikan yang besar-besar, mungkin seukuran lengan orang dewasa ya.




Masuk ke bagian utama yaitu Ruang Aquarium, di awal kalian udah disambut oleh ikan Aligator yang berukuran sangat besar, seperti namanya ikan yang punya moncong seperti buaya ini berada di dalam akuarium kaca di tengah-tengah gedung yang memisahkan antara 2 macam ikan berdasarkan habitatnya yaitu ikan air tawar dan ikan air laut. Nothing special but best for making memories. Beneran bisa bikin Asiy speechless ngelihat ikan-ikan tersebut secara langsung. Tempatnya pun nyaman, desain lampu remang-remang karena lampu terangnya cuma di bagian akuarium masing-masing ikan saja biar terfokus gitu. Disana pun ada AC atau exhaust fan di masing-masing ruangan, jadi tidak terlalu engap yaah, udaranya tetap lembap dan sejuk. Mama saya malah takjub sama perawatan dari pihak KBS, karena setiap sudutnya benar-benar diperhatikan. Alhamdulillah. Setelah dari ruang aquarium menuju ke pintu keluar kalian bisa menemui kandang iguana lagi, di samping-sampingnya pun ada kandang buaya juga, bahkan ada jembatan yang di bawahnya terdapat kandang buaya muara. Seram tapi seru banget bisa nyebrang di atasnya.
Selepas dari aquarium kami kembali ke area jerapah dan beristirahat sejenak di sebelah penjual makanan jerapah, disitu kami kaget ada seseorang yang memanggil nama Asiy, ternyata kami bertemu lagi dengan ibunya Embun dan rombongan. Jam sudah menunjukkan angka 9an, karena kondisi sangat ramai Asiy pun mulai kesal dan mengajak kami jalan-jalan lagi. Suasananya benar-benar sesak karena ramai pengunjung, dan memang saat itu jam-jam Asiy untuk ngecharge alias minum susu + tidur sejenak. Benar saja kami jalan menuju ke auditorium arah pintu keluar dengan kondisi Asiy sudah mengantuk berat, awalnya mau tiduran di latar auditorium itu tapi sedang ada acara, entah acara apa saat itu yang jelas ada beberapa orang menyanyi dangdut bergantian dan pengunjung yang berjoget. Karena takut mengganggu istirahat Asiy, akhirnya kami memilih duduk-duduk di bawah pohon tak jauh dari latar auditorium, yang penting suara sound system-nya tidak terlalu mengagetkan, tak butuh waktu lama Asiy pun tertidur pulas di bawah terik matahari beralas jarik gendongan dengan bantal dari magic strollernya. MasyaAllah Tabarakallah, anak ibu kalau sudah ngantuk benar-benar tidak mengenal tempat, yang penting mah tidur dulu.

Setelah Asiy bangun tidur kami langsung melanjutkan perjalanan ke pintu keluar dan memesan Gocar menuju Stasiun Gubeng. Kenapa saya milih Stasiun Gubeng saat itu? Karena biar lebih jauh aja perjalanannya, pas pulang kan lebih santuy yaah, meskipun cuma selisih 1 stasiun aja, jadi Asiy bisa lebih puas menikmati perjalanan dengan kereta api. Kami sampai di stasiun sekitar pukul 11 kurang, karena jadwal kereta kami sekitar 1 jam lagi, kiranya Asiy menunggu dengan duduk manis di dalam ruang tunggu menjadi hal yang tidak mungkin. Akhirnya ibu dan Asiy memutuskan buat jalan-jalan di luar stasiun, kami pamit dan menitipkan barang bawaan ke mama karena mama utinya udah capek jalan jadi lebih milih duduk saja di dalam stasiun.

Asiy ini emang jiwa eksplorer seperti bapaknya, jalan-jalan sendirian tanpa ragu, takut atau malu. Beda sekali sama kepribadian ibu. Bahkan dia berani masuk Indomaret dan milih-milih beli eskrim tanpa gendong, dia jalan sendiri memilih belanjaannya. Keluar dari Indomaret kami pun duduk di emperan, Asiy menikmati eskrim yang dia pilih, ibu pun makan onigiri, kami berdua asik bercanda menikmati makanan sambil melihat-lihat lalu lalang kendaraan di sekitar stasiun. Pengalaman baru buat Asiy, semoga menjadi kenangan yang indah yang tercetak di dalam memori intinya. Tak lama dari itu, ada pengumuman kereta kami hampir datang, akhirnya kami pun check-in dan mendekat ke peron, Asiy masih dengan mode eksplorernya yang mengajak ibu jalan-jalan di sekitar peron, naik-naik pagar sambil bernyanyi-nyanyi heboh. MasyaAllah anak ibu. Melanjutkan perjalanan pulang hingga sampai di Stasiun Mojokerto lagi sekitar jam 1 siang. Kami mampir ke Sanrio untuk membeli susu Asiy karena stock bulanan sudah habis, sebenarnya cuma utinya aja yang masuk, ibu dan Asiy menunggu di luar. Akhirnya kami touchdown di rumah sekitar jam 2an dan Asiy, ibu serta mama uti melanjutkan tidur siang yang tertunda, betul kami tidur tanpa makan siang saking capeknya. Hehe

Perjalanan yang cukup melelahkan buat Asiy, karena seharian jalan-jalan, rebahan pun cuma di bawah pohon. Tapi kunjungan kali ini cukup buat belajar dan memenuhi keinginan petualangnya, bisa eksplor lebih dalam dan ketemu hewan-hewan baru yang belum bisa ditemui di kunjungan sebelumnya. Kalau mau lihat keseruan Asiy main di KBS bisa cek video di bawah yaa. Alhamdulillah Asiy bisa main ke KBS dengan tema one day trip on budget dengan ibu dan mama uti. Semoga bisa main kesini lagi di lain kesempatan dan main on budget lagi dengan tujuan lain bersama bapak, ibu dan Asiy yaah. Ya Allah cukupkan rejeki bapak dan ibu. Aamiiin yaa rabbal alamiiin.

@anggieghiaz

Ngajak main Asiy naik kereta lokal bonus main ke KBS juga 🤗🌿 #CapCut #kbs #kebunbinatangsurabaya #surabayazoo #onedaytrip #onbudget

♬ Travel & Road Trip Background_Good Vibes, Refreshing / Off-Road, Touring, Drive, Bike, Holiday, Vacation(1326776) - Ney

Ohiya ini nih ibu kasih rekapan pengeluaran alias budgeting perjalanan kali ini, semoga bisa jadi gambaran buat teman-teman traveller yang mau main on budget di Kota Surabaya.

Gimana nih one day trip ala Asiy dan Ibu? Btw kalian juga bisa bikin budgeting seperti itu juga lho, boleh dimodifikasi sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan. Yuks agendakan dulu mau kemana!

Salam manis,

dari Asiy, Ibu dan Mama Uti

2 komentar

  1. Hayu Putri Hapsari6 Juli 2023 pukul 10.12

    Hai mbak salam kenal. Saya mau tanya, masuk KBS apa di cek sudah vaksin atau belum? Terima kasih mb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mbak, salam kenal juga ya. Setelah pandemi ini saya sudah 2x kesana dan tidak dicek status vaksinasinya. Jadi tinggal beli tiket langsung masuk aja gitu. Semoga bermanfaat infonya yaa 🙏

      Hapus