Pengalaman Tes DBT (Danamon Bankers Trainee) Bank Danamon

Cover Pengalaman Tes Danamon Bankers Trainee

Pada bulan Januari 2018 saya menjalani tes kerja sebagai salah satu kandidat Danamon Bankers Trainee di Bank Danamon. Disini saya akan menceritakan pengalaman -yang tidak terlalu banyak ini- mengenai rangkaian tes yang pernah saya ikuti, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian ya.

Saya mendaftar program ini melalui Aplikasi ECC UGM mobile pada 4 Januari 2018, disitu sudah tertera segala macam persyaratannya, bila dirasa sesuai dan tertarik untuk mendaftar, kita tinggal klik apply saja, sangat mudah bukan?

Danamon sendiri membuka beberapa program pada saat itu, seingat saya adalah Danamon Bankers Trainee (DBT 06) dan Danamon Development Program (DDP-W05), saya apply keduanya dong, untuk meningkatkan peluang 😅 

Lalu apa bedanya DBT dan DDP ini? sejauh yang saya tau, program DBT merupakan suatu program akselerasi yang mempersiapkan trainee-nya untuk menempati posisi-posisi manajerial dalam seluruh proyek dan kantor cabang Bank Danamon. Sedangkan untuk DDP sendiri, merupakan kegiatan pendidikan/pelatihan employee untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan teknis dan menyelesaikan suatu proyek, para anggotanya ditempatkan pada setiap unit perbankan, yang meliputi seluruh jenis kegiatan pendukung utama dalam perbankan seperti fraud investigation, analyst, quality assurance dan lain sebagainya.

Sekitar 2 minggu kemudian, tepatnya tanggal 19 Januari 2018 saya mendapat sebuah e-mail yang menyatakan bahwa saya lolos tahap selanjutnya dalam proses seleksi Danamon Bankers Trainee (DBT) dan akan diberikan pengumuman lanjutan. Pada e-mail yang berbeda, saya mendapat undangan Online Assessment, username dan password-nya, serta peraturan-peraturan mengerjakan tes.

Online Assessment
Tes online yang saya kerjakan ini semacam psikotes online. Tujuan dari tes ini adalah untuk mencari kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan berdasarkan aspek intelegensi, kemampuan belajar, perilaku bekerja, dan pola pikir atau problem solving. Pada emailnya telah disediakan sebuah link yaitu http://danamon.talentlytica.com/ untuk mengerjakan psikotes online. Wah soal-soalnya ini lain dari yang lain lho, saya pun baru pertama kali mengerjakan psikotes semacam itu. Tes secara online ini jadi berasa kita mengerjakan pakai aplikasi gitu deh. Ada soal mengenai matematika aritmatika dan analisis gambar-gambar yang baru saya lihat untuk pertama kalinya. Tesnya terbagi dalam beberapa sesi sesuai aspek yang dinilai, pada setiap sesinya diberikan waktu tertentu yang sudah otomatis berjalan. Apabila melewati batas waktu, soal akan menutup dengan sendirinya. Jadi usahakan fokus dan cermat dalam mengerjakan soal, jangan lupa waktu dan terus berdoa.

Disini saya hanya bisa menceritakan gambaran umum soal-soalnya saja ya, maaf ya, karena ingin menghargai privasi perusahaan pelaksana dan penyedia soal. Tapi untuk yang penasaran, bisa ditanyakan langsung pada saya (itu pun cuma kasih contoh cerita aja ya) atau tanyakan pada teman yang sudah lebih dulu bekerja disana, as simple as that


Focus Group Discussion
Kira-kira mendekati 2 minggu kemudian, yaitu pada tanggal 29 Januari, saya mendapatkan e-mail untuk lanjut pada tahap FGD atau focus group discussion. Pada saat saya membaca e-mail tersebut, saya berada di daerah Mojokerto, sedangkan tahap selanjutnya dilaksanakan di daerah Yogyakarta. Jadi setelah melewati perenungan panjang dan perang batin sambil nangis-nangis (alay banget emang 😂) pada hari itu juga saya booking tiket kereta, dan berangkat besok harinya.

FGD dilaksanakan tanggal 31 Januari yang bertempat di Graha Karir ECC UGM Yogyakarta. Bila sesuai jadwal, seharusnya acara dimulai jam 8, namun nyatanya baru dimulai jam 9 dan diawali dengan presentasi perusahaan tentang pengenalan program DBT dan benefit yang akan diperoleh selama mengikuti training. Presentasi juga diselingi dengan games agar peserta lebih akrab satu sama lain sebelum melakukan diskusi grup. Selanjutnya pembagian kelompok dan para peserta diminta keluar sambil menunggu antrian tes. 

Giliran kelompok saya masuk, disana sudah ada 2 orang yang menunggu kami, kursi yang ditata melingkar untuk diskusi, dan 1 lembar bolak-balik mengenai case yang harus didiskusikan (full english), serta 1 lembar HVS kosong untuk analisis perorangan. Diskusi boleh dilakukan dengan Bahasa Indonesia, namun akan lebih baik jika menggunakan Bahasa Inggris, setelah itu kami memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia saja, cari aman sih, kalau ada yang aman kenapa pilih yang sulit kan?

Permasalahan waktu itu tentang kantor cabang sewaktu puncak arus mudik (kalau gak salah), para karyawannya banyak yang cuti, dan hanya diberlakukan kerja shift. Inti dari permasalahannya ada beberapa poin : pertama karena ada nasabah yang harus membayar cicilan, hari itu adalah batas tenggang akhir, maka bila tidak membayar hari itu dia akan dikenakan denda (case 1), dia datang lebih dulu, namun karena ada nasabah kedua datang (yang kenal dengan manager/supervisor team) akhirnya nasabah kedua ini dilayani lebih dulu, padahal kantor cabang ini melarang keras adanya antrian palsu alias "nyerobot antrian" (case 2). Seingat saya case 3 ini tentang salah satu CS1 yang menggunakan username dan password teman CS2, padahal itu merupakan tindakan yang melanggar peraturan bank, jadi CS2 ini sedang cuti, lalu komputernya dipakai untuk melayani calon nasabah, jadi CS1 bisa melayani 2 calon nasabah sekaligus. Sebenarnya masih ada case yang lainnya, tapi saya lupa 😅 yang jelas tentang solution, innovation, priority dan integrity, kurang lebih gambaran dari permasalahannya seperti itu tadi lah yaa. hehe

Intinya disitu kami diminta berdiskusi untuk menentukan poin masalah dan menemukan solusinya, lalu memberikan saran yang membangun demi kepentingan kantor cabang tersebut. Kami diminta berdiskusi dengan mengabaikan keberadaan 2 orang penilai yang mengamati di belakang. Diskusi waktu itu memang kami yang memulai dan kami juga yang mengakhiri (kami yang berjanji kami yang mengingkari, jangan dinyanyiin ya, cukup Rhoma 👀 #intermezzo #kegagalancinta)

Jadi bila kami lolos tahap FGD, maka di hari yang sama pula, kami berhak mengikuti tahap HRD Interview bersama Ibu Psikolog dari Bank Danamon. Namun karena saya gagal FGD, jadi saya pulang mencari makan deh.

Dari presentasi di awal, saya bisa mengetahui tahap-tahap setelah HRD Interview,  bila kalian lolos maka akan dilanjutkan proses seleksi di hari berikutnya, yaitu berupa In-Tray dan User Interview. Apasih In-Tray itu? Kalau saya gak salah denger dulu, itu kalian akan diberikan suatu kumpulan kasus kemudian diminta untuk meringkasnya, menganalisis permasalahan dan solusi yang digunakan, membuat ppt lalu dipresentasikan di depan karyawan Bank yang bersangkutan. Proses seleksi ini pun masih panjang sekali ya, jadi yang saya ikuti ini memang tidak ada apa-apanya, bahkan yang sudah diterima saja ada kemungkinan gugur bila tidak memenuhi kualifikasi pada assessment di tengah-tengah program berlangsung (1 tahun). Tapi untuk lebih jelas lagi, kalian bisa tanyakan pada kakak angkatan atau teman yang sedang bekerja disana, saya tidak berani jamin mereka 'pasti' menjawabnya, karena bisa saja itu sudah kontrak kerja atau rahasia perusahaan, jadi urusan akan dijawab atau tidak, kalian bisa tanggung sendiri 'rasanya' ya 😌

***

Sejak saat itu, saya menyadari bahwa diri ini memang tak cocok bekerja diperbankan, eh Alhamdulillah 😗 Tapi yang bikin galau adalah saya mulai mikir lagi 'terus saya ini cocoknya dimana ya'? Kenapa saya tidak pernah memenuhi kualifikasi lowongan kerja? Bagaimana proses mencari kerja ini begitu lama bagi saya sedangkan yang lain udah ada yang pindah-pindah saja? Dan semakin berandai lagi 'kemana sebenarnya saya akan menuju'?

"Gapapa gi, tetap semangat ya!!"


"Indeed, Allah is the best planner"

18 komentar

  1. terima kasih untuk info nya mba

    1. saya mau bertanya sebelumnya, untuk fgd nya itu apakah harus sepakat dengan anggota tim lain menggunakan bahasa indonesia nya ?

    2. mengenai 1 lembar bolak balik itu peserta fgd diminta untuk menemukan poin permasalahannya dan bagaimana solusinya yah ? dan poin yang mba sebutkan di atas itu adalah hasil dari diskusi mba dengan peserta lain ?

    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf ya mas baru dibales.
      1. Iya bener, emang harus sepakat dgn anggota tim mau pakai indo atau english, boleh diskusi dulu sebelum masuk ruangan atau tepat sebelum dimulai fgd.

      2. yaps, poin-poin yang saya sebutkan di atas adalah hasil diskusi kami, bisa jadi tim lain mempunyai interpretasi yg berbeda. Tapi secara garis besar, permasalahannya sangat mencolok dalam keseluruhan bacaan. Mudah dinotice InsyaAllah.

      Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  2. Ka mau tanya, saya kan dpt undangan FGD+Interview jg DPT3, tp masih takut banget kalo ternyata full english, soalnya saya pribadi masih pasif bgt englishnya -_- Apakah kalo tim kita memutuskan pake english tp saya sendiri bahasa indonesia gapapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, kalau memang sebagian besar anggota memilih english ya lebih baik mengikuti keputusan bersama, gitu. Tapi kalau memang masnya pengen bahasa Indonesia mending usul/buka suara dalam tim. Seandainya lolos tahap fgd, nanti interviewnya FULL English juga, jadi siap-siap aja.

      Hapus
  3. Halo Kak, salam kenal. Saya juga ikut DBT dan lolos tes psikologi online. Minggu depan akan FGD. Sebenarnya ini adalah FGD kedua saya setelah sebelumnya dengan salah satu kontraktor BUMN, waktu itu abis FGD juga langsung wawancara. Saya tidak lolos tahap itu.

    Dari situ saya memperkirakan kekurangan saya berada di wawancara, karena saya merasa cukup aktif dan solutif di FGD. Kalau berkenan, ingin minta saran kaka untuk wawancara dan pakaian. Terima kasih, salam sukses :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Bela, maaf ya baru sempet bales komennya. Alhamdulillah gimana wawancaranya? semoga lolos yaa. Mau kasih saran buat teman-teman pembaca aja, siapa tau mampir di komennya Bela juga. Untuk wawancara jangan lupa jawab paling jujur ya, menjual diri tanpa terkesan rendahan, tunjukkan kamu excited dengan posisi yang kamu tuju, tapi jangan berlebihan, kadang interviewee juga bisa ilfeel sama kita. Kalau pakaian ya standard pencari kerja, pakai kemeja/blouse, rapi, dan tidak gombrong, untuk yg hijab pakai hijab yg rapih, jangan lupa makeup tipis tidak menor. Semangat! Semoga sukses!

      Hapus
  4. Halo kak, salam kenal.kak mohon share dong bentuk online assessmentnya seperti apa aja yaa. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak, terima kasih sudah mampir, mau jawab tapi jawabannya umum banget ya, soalnya history tesnya udah kehapus, kurang lebih isinya hitungan matematika sederhana, logika gambar dan logika angka. Semoga membantu yaa ~

      Hapus
  5. Halo kak, saya mau tanya kalo untuk fgd apa aja yg diperlukan (dokumen atau berkas) untuk dibawa?
    Dan kalo boleh tau sistem penilaian fgd untuk ketahap berikutnya gimana sih?. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak, seingat saya dulu disuruh bawa pas foto warna terbaru dan dokumen-dokumen saat apply kerja (fotocopy ijazah, transkrip, surat lamaran, CV dan sertifikat yang mendukung). Untuk sistem penilaian mungkin panitia/HRD yang lebih tau, tapi usahakan proaktif tanpa mendominasi, karena yang dinilai pasti kontribusi dan kerja sama dalam team. Anw, sorry for the late reply.

      Hapus
    2. Hai kak kalo toefl nya gak sampek 500 gmna yah ?

      Hapus
    3. Halo kak, yang penting aktif sih menurutku, kayaknya bisa jadi nilai tambah, percuma toefl 600 tapi masih belibet ngomong 😅 Semangat!!

      Hapus
  6. Halo mau tanya dong, untuk tes onlinenya itu perlu dikerjakan berapa lama? Kalau bisa dijawab cepat ya, maaf sekali kalau mengganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap sesi pertanyaan ada waktunya sendiri kak, sudah otomatis sesuai porsi soalnya masing-masing. Lebih cepat lebih enak, cuma harus benar-benar teliti aja 👍

      Hapus
  7. Misi numpang nanya, itu penempatan FGDnya apakah cuma di jogja apa ada lokasi lain? Dan juga kira" untuk proses psikotest ke fgd itu berapa hari ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai anon, Psikotes saya di pertengahan Desember, lanjut FGD di akhir Januari. Kira-kira 1,5 bulan ya.

      Hapus
  8. Kak maaf mau nanya, pas FGD kita diharuskan membawa sertif toefl ga ya?? Terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai anon, kita gak harus bawa sertifikat toefl kok, tapi kalau aku sih dibawa aja buat jaga-jaga.

      Hapus